Your browser does not support JavaScript!

Gaswad.Com

— Apapun Informasinya Yang Penting Berguna
    Follow :

Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 4 (Model & Konfigurasi Database)
Oct 18th, 2018

Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 4 (Model & Konfigurasi Database)

Category : Laravel, Tutorials | Posted by G-admin at at October 18th, 2018 06:24 am
929 | 0

Halo para pembaca Gaswad, menyambung artikel tutorial Belajar Menggunakan Laravel sebelumnya, kali ini kita akan membahas sedikit tentang pengenalan Model dan bagaimana melakukan Konfigurasi Database, namun pastikan kalian sudah membaca tutorial-tutorial sebelumnya yang penulis bagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

  1. Instalasi Laravel
  2. Routing & Controller
  3. View & Blade Template
  4. Model & Konfigurasi Database
  5. Form Input Data – CRUD
  6. Menampilkan Data – CRUD
  7. Update/Edit Data – CRUD
  8. Delete Data – CRUD (END)

Konfigurasi Database

Sebelum penulis jelaskan lebih jauh tentang pengertian Model, pertama-tama disini kita akan membuat database terlebih dahulu dan melakukan koneksi ke database yang kita buat. Database sendiri seperti yang sudah kalian ketahui berfungsi untuk menyimpan data-data website seperti konten website, data member, dll. tergantung kebutuhan.

Untuk lebih jelasnya silahkan kalian ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Pastikan Virtual Server XAMPP di komputer kalian sudah kalian aktifkan baik modul Apache dan MySQL-nya.
  2. Silahkan kalian akses ke halaman Admin MySQL, yaitu PhpMyAdmin dengan mengakses URL berikut di web browser kalian masing-masing.
    http://localhost/phpmyadmin/

    Silahkan kalian masukan Username dan Password pada form login yang tampil, jika ada, kalau tidak ada silahkan langsung tekan tombol Go untuk masuk ke halaman admin MySQL. Berikut adalah tampilan halaman PhpMyAdmin :

  3. Tahap selanjutnya, silahkan kalian buat database baru dengan meng-klik tab ‘Database‘, masukan nama database di kolom ‘Database name‘.
    Dalam tutorial kali ini, kita akan membuat database dengan nama ‘model_laravel‘, kalian dapat membuat nama database yang berbeda tapi penulis sarankan sebaiknya jangan dulu membedakan nama database dengan yang ada di artikel ini demi menyamakan persepsi.
    Jika nama database sudah kalian masukan, selanjutnya tinggal klik tombol CREATE, maka secara otomatis database kalian akan ter-create dan akan tampil di list database yang ada di sebelah kiri halaman.

Sampai langkah ini kalian sudah berhasil membuat database, selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi agar project Laravel yang kita buat dapat terkoneksi ke database yang kita buat di atas.

Untuk melakukannya, silahkan kalian ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Silahkan kalian buka file .env yang terdapat di dalam folder \project_laravel (C:\xampp\htdocs\project_laravel) kalian masing-masing.
  2. Setelah itu silahkan kalian isi parameter-parameter berikut sesuai dengan informasi database yang sudah kalian buat di atas.
    • DB_DATABASE, nama database yang kalian buat (model_laravel).
    • DB_USERNAME, username yang kalian gunakan untuk mengakses halaman PhpMyAdmin.
    • DB_PASSWORD, password yang kalian gunakan untuk mengakses halaman PhpMyAdmin.
  3. Untuk paramter-parameter lain tidak perlu kalian utak atik, jika sudah selesai silahkan simpan perubahan yang sudah kalian lakukan di atas, selanjutnya tambahkan baris perintah berikut ke dalam file Router (web.php) :
    Route::get('check_db', function () {
       try {
            DB::connection()->getPdo();
            return 'DB Connected';
        } catch (\Exception $e) {
            return 'DB Failed';
        }
    });

    Skrip di atas ialah untuk memeriksa apakah project Laravel kalian berhasil terkoneksi ke database-nya atau tidak. Silahkan kalian akses URL berikut di web browser kalian masing-masing :

    http://localhost/project_laravel/public/check_db

    Jika konfigurasi file .env yang kalian lakukan sudah benar, maka akan tampil pesan ‘DB Connected‘ pada saat URL tersebut di eksekusi, tapi bila gagal coba kalian periksa kembali konfigurasi di file .env dan di halaman PhpMyAdmin kalian kemungkinan terjadi kesalahan.

Pengertian Model

Pertama-tama perlu penulis tekankan, pengertian Model di sini bukanlah artis, coverboy, covergirl, dll., pengertian Model di sini (Laravel) dalam bahasa awamnya ialah ‘penghubung’. Ya’, penghubung agar kita bisa langsung berhubungan dan berinteraksi ke dalam tabel-tabel yang ada di dalam database yang sudah kita buat sebelumnya.

Dengan adanya si Model ini, maka kita dapat melakukan proses CRUD (Create, Read, Update, Delete) tanpa harus menggunakan cara query-native seperti pada artikel berikut :

Karena dengan adanya Model, fungsi-fungsi atau perintah untuk melakukan CRUD sudah di sediakan dan kita hanya perlu memanggil fungsi atau perintahnya saja.

Berikut fungsi-fungsi yang sangat umum dan paling banyak di gunakan untuk melakukan CRUD dengan menggunakan Model :

  • CREATE, Model::create($array);
    Di gunakan untuk memasukan data baru ke dalam tabel Model dimana data barunya dari variabel $array.
  • READ, Model::get();
    Di gunakan untuk menampilkan semua data-data di dalam tabel Model yang berhasil di input dengan menggunakan fungsi CREATE di atas.
  • READ, Model::where(‘nama_field’, ‘value’)->first();
    Di gunakan untuk menampilkan satu buah data dari dalam tabel Model dengan pengkondisian, yaitu jika field dengan nama ‘nama_field‘ di dalam tabel Model yang value atau isi-nya adalah ‘value‘, maka akan di tampilkan.
  • UPDATE, Model::where(‘nama_field’, ‘value’)->update($array);
    Di gunakan untuk mengubah semua data di dalam tabel Model dengan pengkondisian, yaitu jika field dengan nama ‘nama_field‘ di dalam tabel Model yang value atau isi-nya adalah ‘value‘, maka akan di update dengan data yang baru dimana data barunya dari variabel $array.
  • DELETE, Model::where(‘nama_field’, ‘value’)->delete();
    Di gunakan untuk menghapus satu buah data dari dalam tabel Model dengan pengkondisian, yaitu jika field dengan nama ‘nama_field‘ di dalam tabel Model yang value atau isi-nya adalah ‘value‘, maka akan di hapus.

INGAT, penulisan fungsi-fungsi di atas hanyalah CONTOH, bagaimana cara penulisan yang baik dan benar pada kasus sesungguhnya akan penulis jelaskan pada artikel berikutnya.

Membuat Model

Perlu kalian ketahui bahwa Model ini merupakan implementasi dari nama tabel yang akan kita buat, jika kita membuat tabel dengan nama ‘table_content‘ maka secara otomatis satu buah Model dengan nama yang sama, yaitu Model table_content akan ter-create.

Nah, untuk membuat Model di dalam Laravel caranya cukup mudah, silahkan kalian akses Composser kalian dari folder \project_laravel, lalu masukan baris perintah berikut selanjutnya tekan Enter :

php artisan make:model -m table_content

Jika proses pembuatan Model-nya berhasil, maka kurang lebih tampilan di Composser-nya akan seperti pada gambar berikut :

Baris perintah tersebut akan menjalankan dua buah fungsi utama, yaitu membuat satu buah file Model dengan nama ‘table_content.php‘ dan satu buah file yang di sebut dengan file ‘migrasi’ dengan nama ‘xxxxxx_create_table_content_table.php (nama file migrasi akan selalu berubah-ubah tiap kali menjalankan baris perintah tersebut), perlu kalian ketahui file migrasi ini nantinya berisi variabel-variabel yang akan membentuk tabel ‘table_content‘ di dalam database.

Nah’, semua file-file Model yang sudah kita buat dengan menjalankan baris perintah di atas akan ter-create di dalam folder \app (C:\xampp\htdocs\project_laravel\app), sedangkan file migrasi ter-create di dalam folder \migrations (C:\xampp\htdocs\project_laravel\database\migrations).

Di masing-masing folder tersebut sebenarnya sudah ada file Model lain bawaan dari Laravel, yaitu User.php yang berada di dalam folder \app berikut file migrasinya yang ada di dalam folder \migrations, jadi penulis sarankan jangan menghapus file-file tersebut.

Sampai sini kalian sudah berhasil membuat file Model berikut dengan file migrasinya, langkah selanjutnya yaitu membuat field untuk tabel table_content, semua field-field di dalam tabel table_content akan terelasi atau terhubung ke Model-nya. Untuk membuat field pada table table_content silahkan kalian ikuti langkah-langkah berikut :

  1. Buka file migrasi xxxxxx_create_table_content_table.php yang ada di folder \migrations (C:\xampp\htdocs\project_laravel\database\migrations), kurang lebih isi tampilannya seperti ini :

    Di dalam Schema Create (Schema::create()) di atas kalau kalian perhatikan baru ada satu buah field yaitu field ID ($table->increments(‘id’)) dengan tipe kolomnya ialah increment.
  2. Pada artikel ini, penulis ingin menambahkan field ‘title‘ dan ‘content‘, field title untuk menyimpan judul artikel atau halaman sedangkan field content untuk menyimpan isi dari artikel atau halaman. Oleh sebab itu silahkan kalian tambahkan baris perintah berikut ke dalam Schema Create di atas :
    $table->string('title');
    $table->text('content');

    Untuk field title tipe kolomnya penulis set ke string, sedangkan untuk field content penulis set ke text, lebih jauh mengenai tipe data di dalam file migrasi ini kalian dapat merujuk ke URL berikut :

    https://laravel.com/docs/5.4/migrations

    Jika kalian ingin menambahkan field lain semisal ‘author‘, ‘status‘, dll. boleh di tambahkan ke dalam file migrasi tersebut.

  3. Setelah selesai jangan lupa untuk menyimpan semua perubahan yang sudah kalian lakukan. Sampai sini tabel table_content belom ter-create ke dalam database karena kita baru mulai merancang bagan atau skema-nya saja, agar dapat ter-create ke dalam database yang sudah kita buat sebelumnya silahkan jalankan perintah berikut di dalam jendela Composser kalian lalu tekan Enter :
    php artisan migrate


    Jika perintah diatas berhasil di eksekusi maka secara otomatis di dalam database model_laravel akan ter-create satu buah tabel baru dengan nama ‘table_contents‘.

    Oh iya, kalian mungkin ada yang bingung kenapa ada tabel users, migrations dan tabel password_resets yang ikut ter-create ke dalam database sedangkan kalian tidak merasa membuatnya? Untuk tabel-tabel tersebut tidak perlu kalian khawatirkan karena tabel tersebut merupakan bawaan dari Laravel, terlebih tabel users yang pasti akan sangat terpakai jika nanti kalian ingin membuat aplikasi untuk menampung daftar kontak atau member.
    Penulis ingatkan, selain model atau tabel yang kalian buat, jangan sekali-sekali merubah struktur Model lain yang sudah menjadi bawaan dari Laravel seperti Model users, namun begitu kalian bebas menambah parameter field ke dalam Model tersebut.

Okey, selesai sudah tutorial mengenai pembuatan Model berikut konfigurasi database-nya, jika langkah-langkah di atas berhasil kalian lakukan, maka kalian sudah dapat mengikuti tutorial tentang bagaimana melakukan proses CRUD yang akan penulis buat pada artikel berikutnya.

Untuk kalian yang masih gagal, jangan patah semangat, terus coba lagi dan pastikan dengan teliti kalau kode yang kalian tulis sudah benar dan perhatikan Error Log yang di tampilkan karena dari log tersebut kalian bisa menemukan letak kesalahan pada kode yang kalian buat.

Sampai jumpa di artikel berikutnya. Salam…

UPDATE
Bagi kalian yang gagal melakukan proses migrasi pada langkah ke 3 diatas, silahkan merujuk ke URL berikut :

Share social media :



Your response about this article :


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Posts

Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 5 (Form Input Data)
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 5 (Form Input Data)
Category : Laravel, Tutorials | November 1st, 2018
1523 | 0

Halo semua, kali ini penulis ingin melanjutkan tutorial cara Belajar Menggunakan Laravel, pada tutorial kali ini penulis ingin memberikan tutorial cara memasukan data ke dalam database yang mana salah satu bagian dari CRUD (Create, Read, Updata, Dele...

Continue reading
Syntax error or access violation: 1071 Specified key was too long
Syntax error or access violation: 1071 Specified key was too long
Category : Laravel, Tips & Tricks | October 18th, 2018
548 | 0

Bagi kalian pengguna Framework Laravel, terutama Laravel mulai dari versi 5.4 keatas pasti pernah mengalami pesan error berikut pada saat melakukan migrasi tabel dengan menggunakan perintah migrate : SQLSTATE[42000]: Syntax error or access violation:...

Continue reading
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 4 (Model & Konfigurasi Database)
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 4 (Model & Konfigurasi Database)
Category : Laravel, Tutorials | October 18th, 2018
929 | 0

Halo para pembaca Gaswad, menyambung artikel tutorial Belajar Menggunakan Laravel sebelumnya, kali ini kita akan membahas sedikit tentang pengenalan Model dan bagaimana melakukan Konfigurasi Database, namun pastikan kalian sudah membaca tutorial-tuto...

Continue reading
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 3 (View & Blade Template)
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 3 (View & Blade Template)
Category : Laravel, Tutorials | October 9th, 2018
1481 | 0

Di artikel sebelumnya, kita sudah berhasil menampilkan output langsung dari halaman Controller (webController.php) namun hanya sebatas sebagai Debugger saja. Halaman Controller memang tidak di khususkan untuk di kostumisasi sebagai Front-End website,...

Continue reading
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 2 (Routing & Controller)
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 2 (Routing & Controller)
Category : Laravel, Tutorials | October 9th, 2018
1035 | 0

Pada artikel kali ini, kita akan belajar menggunakan Routing dan Controller dimana Routing dan Controller ini sudah pasti ada dan disediakan di setiap framework khususnya framework PHP. Sebelum kita melangkah terlalu jauh sampai tidak kelihatan, perl...

Continue reading
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 1 (Instalasi Laravel)
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 1 (Instalasi Laravel)
Category : Laravel, Tutorials | October 9th, 2018
1263 | 0

Halo para pembaca Gaswad yang setia menunggu artikel baru dari penulis (pede), setelah sekian lama tidak update-update karena di sibukan dengan pekerjaan kantor akhirnya hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini, penulis berhasil menyempatkan diri ...

Continue reading
Perbedaan Localhost Dan Web Hosting
Perbedaan Localhost Dan Web Hosting
Category : Others | September 17th, 2018
1985 | 0

Halo ghaes… Bagi beberapa dari kalian pasti masih belum ada yang begitu paham bagaimana suatu website bisa menampilkan konten-konten atau artikel seketika kita melakukan pencarian baik dengan menggunakan mesin pencari atau search engine seperti...

Continue reading
Membuat Efek Gradasi Warna Menggunakan CSS
Membuat Efek Gradasi Warna Menggunakan CSS
Category : Tutorials | September 4th, 2018
4197 | 2

Pada tutorial kali ini kita akan mencoba membuat gradasi warna, apa itu gradasi warna bisa kalian lihat contohnya pada gambar-gambar berikut : Yup, seperti yang sudah kalian lihat pada gambar-gambar tersebut dimana pada tiap gambar memiliki lebih dar...

Continue reading
Iklan Adsense Di Website Kamu Ter-klik Sendiri? Nih! Tips-nya
Iklan Adsense Di Website Kamu Ter-klik Sendiri? Nih! Tips-nya
Category : Tips & Tricks | August 14th, 2018
1140 | 2

Hallo guys, akhirnya kita berjumpa lagi setelah sekian lama kita berpisah… Hallah… Okey langsung saja, untuk artikel kali ini penulis ingin coba berbagi sedikit mengenai tips jika iklan adsense kamu ter-klik, mungkin lebih tepatnya ter-kl...

Continue reading
Tutorial : Cara Install Composer
Tutorial : Cara Install Composer
Category : Others | June 5th, 2018
1218 | 0

Apa Itu Composer? Composer adalah suatu aplikasi manajemen paket selain Node.js (npm) dan Ruby (bundler) yang menyediakan format standar untuk mengelola dependensi PHP dan library-library yang diperlukan. Sumber : Wikipedia Jadi secara garis besar, d...

Continue reading
Error Reported Attack Page! Waw… Domain Di Blacklist Google??
Error Reported Attack Page! Waw… Domain Di Blacklist Google??
Category : Tips & Tricks | November 13th, 2017
1438 | 0

Seperti yang kalian lihat pada contoh tampilan gambar di atas, tampilan tersebut merupakan tampilan bahwa domain kalian di blacklist atau di blokir oleh Google, alhasil tentunya website kalian tidak akan bisa di akses. Ada yang pernah ngalamin?? Bebe...

Continue reading
Cara Menambah Ads Unit Atau Blok Iklan Adsense
Cara Menambah Ads Unit Atau Blok Iklan Adsense
Category : Tutorials | November 13th, 2017
2098 | 4

Halo para pembaca Gaswad yang ganteng dan yang cantik-cantik, yang jelek jangan kesinggung ya. Hehe… 😀 Ssetelah sekian lama ngga update akhirnya dapet kesempatan nyolong-nyolong waktu buat nge-update artikel Gaswad. Pada pembahasan artikel k...

Continue reading

Wordpress

  • Sep
    16
    2019
    Tutorial : Membuat Website Multi-Bahasa Dengan WordPress
    Selamat malam semua, pada tutorial kali ini kita akan coba membuat website dengan fitur Multi-B...
    Read more
  • Oct
    24
    2017
    Tutorial : Cara Membuat Template WordPress – Part 5 (Complete)
    Artikel ini merupakan artikel terakhir tentang bagaimana cara membuat template WordPress, bagi ...
    Read more
  • Oct
    20
    2017
    Tutorial : Cara Membuat Template WordPress – Part 4
    Pada sesi ini kita akan membuat Menu Navigasi dan Sidebar pada halaman template yang sudah kita...
    Read more
  • Oct
    20
    2017
    Tutorial : Cara Membuat Template WordPress – Part 3
    Pada artikel kali ini kita akan melanjutkan bagaimana cara membuat template WordPress menyambun...
    Read more
  • Oct
    13
    2017
    Tutorial : Cara Membuat Template WordPress – Part 2
    Artikel ini merupakan sambungan dari artikel pertama, pada artikel sebelumnya kita sudah membah...
    Read more
  • More articles
Tips & Tricks

  • May
    15
    2019
    Multiple Versi PHP di XAMPP??? Kenapa Tidak!
    Pada artikel kali ini penulis ingin berbagi tips bagaimana menjalankan multiple versi PHP di da...
    Read more
  • Nov
    02
    2018
    8 Tips Memilih Jasa Server Hosting Terbaik
    Pada artikel kali ini penulis ingin memberikan beberapa tips memilih server hosting terbaik. Ba...
    Read more
  • Oct
    18
    2018
    Syntax error or access violation: 1071 Specified key was too long
    Bagi kalian pengguna Framework Laravel, terutama Laravel mulai dari versi 5.4 keatas pasti pern...
    Read more
  • Aug
    14
    2018
    Iklan Adsense Di Website Kamu Ter-klik Sendiri? Nih! Tips-nya
    Hallo guys, akhirnya kita berjumpa lagi setelah sekian lama kita berpisah… Hallah… ...
    Read more
  • Nov
    13
    2017
    Error Reported Attack Page! Waw… Domain Di Blacklist Google??
    Seperti yang kalian lihat pada contoh tampilan gambar di atas, tampilan tersebut merupakan tamp...
    Read more
  • More articles
Tutorials

  • Sep
    16
    2019
    Tutorial : Membuat Website Multi-Bahasa Dengan WordPress
    Selamat malam semua, pada tutorial kali ini kita akan coba membuat website dengan fitur Multi-B...
    Read more
  • Jul
    18
    2019
    Tutorial : Integrasi Custom Media Gallery Dengan TinyMCE Dan Bootstrap
    Holllaa…! Apa kabar para calon-calon programer handal yang baik dan budiman! Semoga setel...
    Read more
  • Jul
    18
    2019
    Instalasi Text Editor WYSIWYG TinyMCE
    Sesuai pada judul artikel ini, beberapa kalian pasti masih ada yang belum mengenal apa itu Text...
    Read more
  • Apr
    30
    2019
    Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 8 (Delete Data) END
    Artikel kali ini merupakan artikel terakhir tentang tutorial Belajar Menggunakan Laravel, pada ...
    Read more
  • Apr
    30
    2019
    Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 7 (Update/Edit Data)
    (Curcol) Sempat hilang kabar sampai berbulan-bulan akhirnya penulis kembali lagi untuk melanjut...
    Read more
  • More articles
Others

  • Sep
    17
    2018
    Perbedaan Localhost Dan Web Hosting
    Halo ghaes… Bagi beberapa dari kalian pasti masih belum ada yang begitu paham bagaimana s...
    Read more
  • Jun
    05
    2018
    Tutorial : Cara Install Composer
    Apa Itu Composer? Composer adalah suatu aplikasi manajemen paket selain Node.js (npm) dan Ruby ...
    Read more
  • Oct
    31
    2017
    Yang Baru Di Bootstrap 4
    Tidak terasa baru saja beberapa waktu lalu penulis menulis artikel tentang Bagaimana Cara Membu...
    Read more
  • Oct
    09
    2017
    Pengertian Page View, Visitor Dan Bounce Rate
    Sebenarnya pada artikel kali ini penulis ingin membuat tutorial bagaimana cara membuat template...
    Read more
  • Sep
    29
    2017
    ​Apa Itu Web Framework?
    Beberapa dari kalian apalagi yang masih pemula dalam bidang pemrograman website pasti masih awa...
    Read more
  • More articles
Page generated in : 1058.48 ms