Your browser does not support JavaScript!

Gaswad.Com

— Apapun Informasinya Yang Penting Berguna
    Follow :

Tutorial : Cara Membuat Web Statis Sederhana Dengan HTML
Sep 28th, 2017

Tutorial : Cara Membuat Web Statis Sederhana Dengan HTML

Category : Tutorials | Posted by G-admin at at September 28th, 2017 03:19 am
54188 | 38

Kali ini kita akan membuat website statis sederhana, kenapa statis? Karena ketika selesai dalam pembuatannya maka konten website yang sudah kita masukan tidak bisa di ubah lagi alias fixed. Loh’, kalo gitu ngga bisa update isi website donk?? Kata siapa tidak bisa, update konten atau isi website tetap bisa di lakukan hanya saja caranya berbeda dengan website dinamis.

Website dinamis memiliki halaman khusus untuk Admin agar dapat mengelola konten-konten website-nya, halaman-halaman ini biasa kita kenal dengan istilah CMS (Content Management System) seperti WordPress, Joomla, Drupal, dll. merupakan salah satu dari sekian banyak aplikasi CMS berbasis web.

Berbeda dengan website dinamis, maka website statis tidak memiliki halaman admin sehingga untuk update konten atau isi website harus di ubah langsung dari skrip nya atau biasa di sebut dengan Hard-Coding.

Pada tutorial kali ini penulis sengaja berbagi ilmu bagaimana cara membuat website statis sebagai dasar kalian terutama untuk pemula. Untuk membuat website pertama kalian harus paham dulu dengan kode HTML dan CSS.

HTML atau Hypertext Markup Language merupakan bahasa pemrograman yang menjadi standar untuk pembuatan website entah itu website statis atau dinamis. Sedangkan CSS atau Cascading Style Sheet sendiri secara tidak langsung merupakan bagian dari HTML yang fungsi utamanya yaitu untuk mengkustomisasi elemen-eleman pada HTML.

Jadi secara garis besar kita membuat struktur atau bagan website menggunakan HTML, setelah jadi kita tinggal mendisain tampilan layout-nya dengan CSS menjadi sedemikian rupa sehingga tampilan website menjadi lebih menarik dan berkarakter.

Pada tutorial ini kita tidak belajar elemen-elemen HTML atau CSS secara mendalam, tapi kalian bisa merujuk ke W3School sebagai referensi.

Okeh, kita langsung saja untuk membuat website statis sederhana silahkan ikuti langkah-lengkah berikut.

 

1. Desain Layout Website

Untuk membuat sebuah website pastikan kita buat dulu Layout atau bagannya, biasanya penulis membuat Layout website di kertas tulis, Ms Paint, atau di Adobe Photoshop.

Contoh gambar Layout di atas merupakan contoh layout yang masih baku karena belum kita tentukan section mana yang akan di jadikan Header, Main Body dan Footer, oleh karena itu harus kita tentukan dulu section-section mana yang akan merangkap untuk ketiga elemen tersebut. Berikut contoh gambar yang sudah di tentukan section-nya :

Kenapa kita harus menentukan HEADER, MAIN BODY dan FOOTER?

Kalian pasti pernah akses beberapa website yang menarik seperti website Gaswad.Com, saat kalian beralih dari artikel satu ke artikel yang lain atau membuka halaman satu lalu beralih ke halaman lainnya tentu kalian memperhatikan bahwa LOGO, NAVIGASI atau FOOTER dari website tersebut tidak pernah berubah alias tetap sama, itu karena elemen-elemen yang di khususkan untuk section HEADER, SIDEBAR atau FOOTER merupakan elemen yang fixed atau tidak berubah isi kontennya.

Sedangkan section MAIN BODY di khususkan untuk elemen-elemen yang kontennya selalu berubah-ubah, mengapa berubah-ubah karena konten atau isi artikelnya dinamis atau tidak sama, seperti pada halaman artikel dimana halaman artikel isi kontennya selalu berbeda-beda.

 

2. ‎Hard Coding Layout Website

Setelah kalian selesai menentukan layout, sekarang kita mulai penulisan kode website-nya. Silahkan ikuti langkah-langkah berikut :

  1. Buat file HTML dengan nama ‘index.html‘ lalu masukan kode HTML standar sebagai berikut :
    <html>
      <head>
        <!--Element-elemen tag <head> tulis disini-->
        <title>WEBSITE PERDANA SAYA</title>
      </head>
    
      <body>
        <!--Element-elemen tag <body> tulis disini-->
      </body>
    </html>
  2.  Kode di atas merupakan kode standar HTML dan wajib di gunakan jika kalian ingin membuat website. Perlu di perhatikan, setiap tag HTML harus ada tag pembuka (Misal : <html>; <header>; <footer>) dan tag penutup (Misal : </html>; </header>; </footer>).
    •  Berikut contoh penulisan kode HTML yang SALAH :
      <body>
        <!--Element-elemen tag <body> tulis disini-->
        
        <main>
      
        <div>
      
        </main>
      
        </div>
        
      </body>
    • Berikut contoh penulisan kode HTML yang BENAR :
      <body>
        <!--Element-elemen tag <body> tulis disini-->
        
        <main>
      
          <div></div>
      
        </main>
        
      </body>
  3. Selanjutnya kita merujuk kembali pada Layout website yang sudah kita buat diatas dimana pada Layout tersebut ada 3 section, yaitu section HEADER, MAIN BODY dan FOOTER, silahkan kalian masukan ketiga section tersebut ke dalam tag <body>.
    <body>
      <!--Element-elemen tag <body> tulis disini-->
    
      <header> <!--Section HEADER-->
      </header>
    
      <main> <!--Section MAIN BODY-->
      </main>
    
      <footer> <!--Section FOOTER-->
      </footer>
    
    </body>
  4. Section sudah kita tambahkan, sekarang kita lebih mendalam lagi, jika kalian perhatikan di gambar Layout untuk section HEADER terdapat 2 elemen (LOGO dan NAVIGASI), MAIN BODY 2 elemen (KONTEN dan SIDEBAR), lalu FOOTER tidak memiliki elemen. Silahkan kalian masukan elemen-elemen tersebut ke section-nya masing-masing.
    <body>
      <!--Element-elemen tag <body> tulis disini-->
    
      <header> <!--Section HEADER-->
        <div>LOGO</div>
        <div>NAVIGASI</div>
      </header>
    
      <main> <!--Section MAIN BODY-->
        <div>KONTEN</div>
        <div>SIDEBAR</div>
      </main>
    
      <footer> <!--Section FOOTER-->
        <div>FOOTER</div>
      </footer>
    
    </body>
  5. Selesai, sampai sini kalian sudah berhasil membuat struktur HTML untuk website kalian, silahkan kalian simpan perubahan yang sudah kalian buat tadi dan sekarang coba kalian buka file index.html di Browser yang kalian pakai maka kurang lebih tampilannya akan seperti ini :

    Kok’,
    tampilannya ngga sesuai dengan Layout-nya gan? Secara kasat mata memang belum terlihat seperti pada Layout karena kita belum melakukan Styling Layout, namun secara struktur HTML sudah sesuai.

3. ‎Styling Layout dengan CSS

Selanjutnya kita akan melakukan Styling Layout CSS agar penampakannya sama dengan Layout yang sudah kita buat sebelumnya. Silahkan ikuti langkah-langkah berikut :

  1. Silahkan kalian buat file CSS dengan nama ‘layout.css‘ lalu simpan file tersebut ke dalam folder yang sama dengan file index.html yang kalian buat tadi.
  2. Setelah selesai silahkan kalian buka kembali file index.html tadi lalu tambahkan kode berikut ke dalam tag <head>.
    <link rel="stylesheet" href="layout.css" />

    Kode di atas akan me-load file layout.css seketika file index.html di buka atau di akses.

  3. Tambahkan class ke dalam tag dari elemen-elemen yang kalian buat sebelumnya karena pemrograman CSS hanya bisa memanggil ID atau Class yang sudah di definisikan ke dalam elemen.
    <body>
      <!--Element-elemen tag <body> tulis disini-->
    
      <header> <!--Section HEADER-->
        <div class="logo">LOGO</div>
        <div class="navigasi">NAVIGASI</div>
      </header>
    
      <main> <!--Section MAIN BODY-->
        <div class="konten">KONTEN</div>
        <div class="sidebar">SIDEBAR</div>
      </main>
    
      <footer> <!--Section FOOTER-->
        <div class="footer">FOOTER</div>
      </footer>
    
    </body>

    Untuk nama class kalian bebas menentukan sendiri namanya.

  4. Selanjutnya silahkan kalian buka file *.CSS yang sudah kalian buat tadi lalu definisikan kembali nama-nama class pada elemen-elemen HTML sebelumnya di file *.CSS. Berikut format penulisannya :
    .logo {}
    .navigasi {}
    .konten {}
    .sidebar {}
    .footer {}

    Setiap nama class yang kalian definisikan ke dalam file *.CSS harus di mulai dengan simbol ‘titik‘ ( . ) di depan nama class-nya, kalau kalian menggunakan ID pada element HTML (id = “nama_id”), maka penulisan di file *.CSS harus di mulai dengan simbol ‘pagar‘ ( # ).
    Sedangkan tanda ‘kurawal‘ setelah penulisan nama class pada file *.CSS adalah tempat dimana kita akan menaruh kode CSS di dalamnya.

  5. Terakhir tinggal kalian masukan kode-kode CSS berikut untuk tiap-tiap class tersebut agar membentuk tampilan atau Layout seperti pada gambar Layout yang sudah kita buat sebelumnya.
    body {
      width: 960px; /*set lebar body website*/
      margin: 30px auto; /*set posisi body (auto; left; right; center)*/
    }
    
    main {
      display: flex;
    }
    
    .logo,
    .navigasi,
    .konten,
    .sidebar,
    .footer {
      margin-bottom: 5px;
      padding: 15px 0;
    }
    
    .logo {
      width: 100%;
      height: auto;
      background: #99D9EA;
      text-align: center;
    }
    
    .navigasi {
      width: 100%;
      height: auto;
      background: #99D9EA;
      text-align: center;
    }
    
    .konten {
      width: 70%;
      background: #EFE4B0;
    }
    
    .sidebar {
      width: 30%;
      background: #FD7E00;
    }
    
    .footer {
      width: 100%;
      background: #C3C3C3;
      text-align: center;
    }

     

    Sekarang tugas kalian ialah mengisi konten-konten pada elemen-elemen HTML tadi agar benar-benar sesuai dengan Layout yang kalian buat. Sedangkan untuk referensi kode-kode CSS bisa merujuk ke link berikut agar memudahkan kalian memahami bahasa pemrograman CSS.

Pembuatan website statis sudah selesai. Selamat! Kalian sudah berhasil maju satu langkah untuk menjadi seorang Web Programmer.

Bagaimana? Ngga sulit khan? Nggalah, gampang itu mah’, orang cuma gitu-gitu doank yang penting jangan berenti untuk belajar dan berusaha dan tetap merujuk ke W3School sebagai referensi kalian mengenai elemen-elemen yang terdapat di dalam HTML dan CSS.

Hasil akhir pembuatan website :

Source code :

Download source code

Sekian artikel kali ini, jika kalian merasa sudah cukup mahir dalam pembuatan web statis seperti di atas, maka kalian boleh menaikan level skill programming kalian dengan coba membuat web responsif agar support di tampilan Mobile View, silahkan ikuti artikel di bawah ini :

Share social media :



Your response about this article :


38 responses to “Tutorial : Cara Membuat Web Statis Sederhana Dengan HTML”

  1. Lukman says:

    Gan tampilan milik saya yang bagian Sidebar kenapa gak bisa di letakkan di samping ya? bisanya kok hasilnya berada di bawahnya konten.

    • Coba agan cek2 lg, takutnya atribut2nya ada yg kurang, bisa juga karena div buka/tutupnya ada yg kurang, tiap div buka harus ada div tutupnya.

      Ato coba skrip yg agan bikin kirim ke email ane aja gan, nanti ane cek n insya allah ane bantu benerin.

  2. Hidayat says:

    Yang full htmlnya gak ada ya?

  3. Hidayat says:

    Kok gak berubah ya tampilan layoutnya?

  4. Fitriyanti says:

    sangat membantu sekali, terima kasih informasinya kak.
    kunjungi website saya di https://fitriyanti.mahasiswa.atmaluhur.ac.id
    dan website kampus saya di http://www.atmaluhur.ac.id

  5. Dliya Husnafatin says:

    pas bagian setting layoutnya apa bisa kalo gak pakai css? yang dipakai html aja?

    • Bisa sekali dan tidak masalah kalau ngga mau pakai CSS, cuma kekurangannya tampilan websitenya nanti akan menjadi sangat ‘flat’, karena tujuan penggunaan CSS ialah untuk mempertegas tampilan website.

  6. rohmat says:

    pingin belajar sama admin nih,, gimana ya caranya bisa menghubungi admin ?? 🙂

  7. muhamadirfan says:

    Yang kelima tuh buat file css baru atau langsung masukin tag nya kedalam file css yang udah di buat tadi..?

  8. ternyata ada website statis juga ya ka selain website dinamis.
    artikelnya sangat membantu ka.
    mau tanya ka itu div digunakan buat apa ka ?
    thanks kaka ilmunya.

    kunjungi website saya ya ka https://lusianaselviani.mahasiswa.atmaluhur.ac.id
    dan website kampus saya http://www.atmaluhur.ac.id

    • Sama2 yah. Div itu kalau bahasa mudahnya berfungsi sebagai sekat atau pemisah. Misal kalau di website khan biasanya ada Logo, Navigasi dan Konten yg penempatan posisinya terpisah-pisah itu karena menggunakan div, kalau tidak pakai div nanti tampilannya bakal campur2 jadi 1 baris karena tidak ada sekat pemisahnya (div). Ya kurang lebih ky gitu sih gambaran mudahnya. 🙂

  9. ternyata ada website statis juga ya ka selain website dinamis.
    artikelnya sangat membantu ka.
    mau tanya ka itu div digunakan buat apa ka ?
    thanks kaka ilmunya.

    kunjungi website saya ya ka https://lusianaselviani.mahasiswa.atmaluhur.ac.id
    dan website kampus saya http://www.atmaluhur.ac.id

  10. Artikelnya keren gan dan sangat membantu banget, setelah saya baca dan pelajari sangat membantu sy pemula yang lagi banyak belajar pemrograman WEB. semoga terus bisa update artikelnya, sukses wat agan…Terimakasih atas tip dan cara-caranya…..semangat….

    Oya jangan lupa ya……..
    kunjungi website saya ya : https://lurriekurniasih.mahasiswa.atmaluhur.ac.id
    dan website kampus saya : http://www.atmaluhur.ac.id

  11. Bermanfaat banget mas..
    Belajar HTML memang dasar yang penting.
    kunjungi website kampus sy http://www.atmaluhur.aac.id
    dan website saya https://misri.mahasiswa.atmaluhur.ac.id

  12. Diky says:

    aku mau nanya nih. cara order server hosting biar bisa di akses global gimana sih caranya ?

    • agan musti ke jasa penyedia hosting gan, kalo di indonesia ky masterweb.com, idwebhost.com ato rumahweb.com, kalo di luar negri setau ane hostgator.com. nanti biasanya agan di suruh beli domain ama hosting buat nyimpen data2 website agan.

  13. indra says:

    kok pas saya search alamat webnya di android gak bisa terlihat ya ?

  14. Dewi maliana says:

    Terimakasih untuk informasinya yah , sangat membantu sekali

  15. eko randa says:

    terimakasih kak, sangat memantu…terus buat tips & trik lainnya….

    http://www.atmaluhur.ac.id/

  16. thanks gan…sangat memabantu share ilmunya

  17. Lutfi Andriyanto says:

    Makasih om, membantu sekali.. Kalau bisa buat tutorial web yang lebih rumit dong om..

    • Sukur deh gan kalo bermanfaat. Coba bikin web HTML pake Bootstrap gan, biar responsif di layar gadget. Kalo agan udah hatam pake CSS Framework seperti Bootstrap, next tinggal latihan belajar PHP gan.

  18. dzz says:

    makasih bangg,,belajar buat web buat mendalami lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest Posts

Syntax error or access violation: 1071 Specified key was too long
Syntax error or access violation: 1071 Specified key was too long
Category : Laravel, Tips & Tricks | October 18th, 2018
399 | 0

Bagi kalian pengguna Framework Laravel, terutama Laravel mulai dari versi 5.4 keatas pasti pernah mengalami pesan error berikut pada saat melakukan migrasi tabel dengan menggunakan perintah migrate : SQLSTATE[42000]: Syntax error or access violation:...

Continue reading
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 4 (Model & Konfigurasi Database)
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 4 (Model & Konfigurasi Database)
Category : Laravel, Tutorials | October 18th, 2018
667 | 0

Halo para pembaca Gaswad, menyambung artikel tutorial Belajar Menggunakan Laravel sebelumnya, kali ini kita akan membahas sedikit tentang pengenalan Model dan bagaimana melakukan Konfigurasi Database, namun pastikan kalian sudah membaca tutorial-tuto...

Continue reading
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 3 (View & Blade Template)
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 3 (View & Blade Template)
Category : Laravel, Tutorials | October 9th, 2018
970 | 0

Di artikel sebelumnya, kita sudah berhasil menampilkan output langsung dari halaman Controller (webController.php) namun hanya sebatas sebagai Debugger saja. Halaman Controller memang tidak di khususkan untuk di kostumisasi sebagai Front-End website,...

Continue reading
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 2 (Routing & Controller)
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 2 (Routing & Controller)
Category : Laravel, Tutorials | October 9th, 2018
729 | 0

Pada artikel kali ini, kita akan belajar menggunakan Routing dan Controller dimana Routing dan Controller ini sudah pasti ada dan disediakan di setiap framework khususnya framework PHP. Sebelum kita melangkah terlalu jauh sampai tidak kelihatan, perl...

Continue reading
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 1 (Instalasi Laravel)
Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 1 (Instalasi Laravel)
Category : Laravel, Tutorials | October 9th, 2018
868 | 0

Halo para pembaca Gaswad yang setia menunggu artikel baru dari penulis (pede), setelah sekian lama tidak update-update karena di sibukan dengan pekerjaan kantor akhirnya hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini, penulis berhasil menyempatkan diri ...

Continue reading
Perbedaan Localhost Dan Web Hosting
Perbedaan Localhost Dan Web Hosting
Category : Others | September 17th, 2018
1247 | 0

Halo ghaes… Bagi beberapa dari kalian pasti masih belum ada yang begitu paham bagaimana suatu website bisa menampilkan konten-konten atau artikel seketika kita melakukan pencarian baik dengan menggunakan mesin pencari atau search engine seperti...

Continue reading
Membuat Efek Gradasi Warna Menggunakan CSS
Membuat Efek Gradasi Warna Menggunakan CSS
Category : Tutorials | September 4th, 2018
2529 | 2

Pada tutorial kali ini kita akan mencoba membuat gradasi warna, apa itu gradasi warna bisa kalian lihat contohnya pada gambar-gambar berikut : Yup, seperti yang sudah kalian lihat pada gambar-gambar tersebut dimana pada tiap gambar memiliki lebih dar...

Continue reading
Iklan Adsense Di Website Kamu Ter-klik Sendiri? Nih! Tips-nya
Iklan Adsense Di Website Kamu Ter-klik Sendiri? Nih! Tips-nya
Category : Tips & Tricks | August 14th, 2018
753 | 0

Hallo guys, akhirnya kita berjumpa lagi setelah sekian lama kita berpisah… Hallah… Okey langsung saja, untuk artikel kali ini penulis ingin coba berbagi sedikit mengenai tips jika iklan adsense kamu ter-klik, mungkin lebih tepatnya ter-kl...

Continue reading
Tutorial : Cara Install Composer
Tutorial : Cara Install Composer
Category : Others | June 5th, 2018
942 | 0

Apa Itu Composer? Composer adalah suatu aplikasi manajemen paket selain Node.js (npm) dan Ruby (bundler) yang menyediakan format standar untuk mengelola dependensi PHP dan library-library yang diperlukan. Sumber : Wikipedia Jadi secara garis besar, d...

Continue reading
Error Reported Attack Page! Waw… Domain Di Blacklist Google??
Error Reported Attack Page! Waw… Domain Di Blacklist Google??
Category : Tips & Tricks | November 13th, 2017
1205 | 0

Seperti yang kalian lihat pada contoh tampilan gambar di atas, tampilan tersebut merupakan tampilan bahwa domain kalian di blacklist atau di blokir oleh Google, alhasil tentunya website kalian tidak akan bisa di akses. Ada yang pernah ngalamin?? Bebe...

Continue reading
Cara Menambah Ads Unit Atau Blok Iklan Adsense
Cara Menambah Ads Unit Atau Blok Iklan Adsense
Category : Tutorials | November 13th, 2017
1839 | 4

Halo para pembaca Gaswad yang ganteng dan yang cantik-cantik, yang jelek jangan kesinggung ya. Hehe… 😀 Ssetelah sekian lama ngga update akhirnya dapet kesempatan nyolong-nyolong waktu buat nge-update artikel Gaswad. Pada pembahasan artikel k...

Continue reading
Yang Baru Di Bootstrap 4
Yang Baru Di Bootstrap 4
Category : Others | October 31st, 2017
1273 | 0

Tidak terasa baru saja beberapa waktu lalu penulis menulis artikel tentang Bagaimana Cara Membuat Web Responsif Dengan Boostrap yang masih menggunakan versi 3, ehh… udah nongol aja ini adeknya yang versi 4. Yaaa’, sebenarnya sih’ ud...

Continue reading

Wordpress

  • Oct
    24
    2017
    Tutorial : Cara Membuat Template WordPress – Part 5 (Complete)
    Artikel ini merupakan artikel terakhir tentang bagaimana cara membuat template WordPress, bagi ...
    Read more
  • Oct
    20
    2017
    Tutorial : Cara Membuat Template WordPress – Part 4
    Pada sesi ini kita akan membuat Menu Navigasi dan Sidebar pada halaman template yang sudah kita...
    Read more
  • Oct
    20
    2017
    Tutorial : Cara Membuat Template WordPress – Part 3
    Pada artikel kali ini kita akan melanjutkan bagaimana cara membuat template WordPress menyambun...
    Read more
  • Oct
    13
    2017
    Tutorial : Cara Membuat Template WordPress – Part 2
    Artikel ini merupakan sambungan dari artikel pertama, pada artikel sebelumnya kita sudah membah...
    Read more
  • Oct
    10
    2017
    11 Cara Meningkatkan Keamanan Pada WordPress
    Pada artikel kali ini penulis ingin membagikan beberapa tips seputar keamanan pada website Word...
    Read more
  • More articles
Tips & Tricks

  • May
    15
    2019
    Multiple Versi PHP di XAMPP??? Kenapa Tidak!
    Pada artikel kali ini penulis ingin berbagi tips bagaimana menjalankan multiple versi PHP di da...
    Read more
  • Nov
    02
    2018
    8 Tips Memilih Jasa Server Hosting Terbaik
    Pada artikel kali ini penulis ingin memberikan beberapa tips memilih server hosting terbaik. Ba...
    Read more
  • Oct
    18
    2018
    Syntax error or access violation: 1071 Specified key was too long
    Bagi kalian pengguna Framework Laravel, terutama Laravel mulai dari versi 5.4 keatas pasti pern...
    Read more
  • Aug
    14
    2018
    Iklan Adsense Di Website Kamu Ter-klik Sendiri? Nih! Tips-nya
    Hallo guys, akhirnya kita berjumpa lagi setelah sekian lama kita berpisah… Hallah… ...
    Read more
  • Nov
    13
    2017
    Error Reported Attack Page! Waw… Domain Di Blacklist Google??
    Seperti yang kalian lihat pada contoh tampilan gambar di atas, tampilan tersebut merupakan tamp...
    Read more
  • More articles
Tutorials

  • Jul
    18
    2019
    Tutorial : Integrasi Custom Media Gallery Dengan TinyMCE Dan Bootstrap
    Holllaa…! Apa kabar para calon-calon programer handal yang baik dan budiman! Semoga setel...
    Read more
  • Jul
    18
    2019
    Instalasi Text Editor WYSIWYG TinyMCE
    Sesuai pada judul artikel ini, beberapa kalian pasti masih ada yang belum mengenal apa itu Text...
    Read more
  • Apr
    30
    2019
    Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 8 (Delete Data) END
    Artikel kali ini merupakan artikel terakhir tentang tutorial Belajar Menggunakan Laravel, pada ...
    Read more
  • Apr
    30
    2019
    Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 7 (Update/Edit Data)
    (Curcol) Sempat hilang kabar sampai berbulan-bulan akhirnya penulis kembali lagi untuk melanjut...
    Read more
  • Nov
    09
    2018
    Tutorial : Belajar Menggunakan Laravel – Part 6 (Menampilkan Data)
    Melanjutkan tutorial sebelumnya dimana kita sudah berhasil memasukan data ke dalam database mel...
    Read more
  • More articles
Others

  • Sep
    17
    2018
    Perbedaan Localhost Dan Web Hosting
    Halo ghaes… Bagi beberapa dari kalian pasti masih belum ada yang begitu paham bagaimana s...
    Read more
  • Jun
    05
    2018
    Tutorial : Cara Install Composer
    Apa Itu Composer? Composer adalah suatu aplikasi manajemen paket selain Node.js (npm) dan Ruby ...
    Read more
  • Oct
    31
    2017
    Yang Baru Di Bootstrap 4
    Tidak terasa baru saja beberapa waktu lalu penulis menulis artikel tentang Bagaimana Cara Membu...
    Read more
  • Oct
    09
    2017
    Pengertian Page View, Visitor Dan Bounce Rate
    Sebenarnya pada artikel kali ini penulis ingin membuat tutorial bagaimana cara membuat template...
    Read more
  • Sep
    29
    2017
    ​Apa Itu Web Framework?
    Beberapa dari kalian apalagi yang masih pemula dalam bidang pemrograman website pasti masih awa...
    Read more
  • More articles
Page generated in : 959.03 ms