ARTIKEL
Kategori : Teknologi

Beberapa Perbedaan Antara Localhost Dan Web Hosting

15 April 2024 | 21:34:18 | 979 Pengunjung | 0 Komentar
no-img

Halo gaes! Langsung saja, bagi beberapa dari Kamu pasti masih belum ada yang begitu paham bagaimana suatu situs bisa menampilkan konten-konten atau artikel seketika kita melakukan pencarian baik dengan menggunakan mesin pencari (search engine) seperti Google, Bing! atau Yahoo!, atau dengan mengakses langsung alamat URL-nya atau biasa yang disebut dengan Domain (http://nama_domain.com).

Sebelumnya perlu Kamu ketahui bahwa komponen penunjang internet secara garis besar menurut penulis sendiri dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya yaitu,

  1. End User, Pengunjung atau pengakses.
  2. Networking, Jaringan internal/eksternal, termasuk ISP yang digunakan baik dari sisi pengunjung atau penyedia Server Hosting.
  3. Pengolah Data, Mencangkup server dan data-data didalamnya, seperti data-data situs, database, email, dll.

Dalam artikel ini penulis akan membahas sedikit mengenai poin 3 diatas, yaitu Pengolah Data agar tidak keluar dari konteks artikel ini.

Localhost dan Web Hosting masuk ke dalam poin 3 diatas, karena Localhost dan Web Hosting sama-sama berperan sebagai server, kalau memang sama-sama berperan sebagai server lalu apa perbedaannya?

 

Localhost

Server Localhost ini bisa disebut dengan server Offline, kenapa server Offline karena semua data-data situs yang kita masukan ke dalam server ini tidak akan bisa diakses dari luar jaringan, kecuali hanya dari komputer (PC) atau jaringan lokal yang berperan sebagai Localhost itu sendiri. Untuk membangun server Offline tidak membutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi karena server Offline atau Localhost ini sendiri biasanya kebutuhannya hanya untuk sekedar development atau pengembangan situs atau aplikasi web saja, sehingga untuk membangun server Localhost tidak dibutuhkan berbagai macam sistem penunjang jaringan ISP atau nama domain, yang kalian butuhkan ialah niat, tekad dan terakhir cukup menginstal aplikasi atau software virtual server seperti LAMP bagi pengguna Linux atau XAMPP bagi pengguna Windows. Aplikasi-aplikasi tersebut akan mensimulasikan komputer lokal kalian sebagai server hosting.

Untuk instalasi virtual server XAMPP ini sudah sempat penulis bahas diartikel berikut :

Dalam prakteknya, biasanya penulis membuat situs atau aplikasi berbasis web di komputer atau Localhost, semua pengembangan dilakukan sampai selesai, setelah itu baru akan penulis upload ke Live Server atau server Online agar bisa diakses oleh pengunjung.

Kenapa pengembangan perlu dilakukan di Localhost dikarenakan agar lebih efisien, hemat waktu, biaya dan tenaga, bayangkan jika Kamu melakukan pengembangan langsung dari server Online yang mana pasti banyak faktor yang menjadi kendala seperti koneksi ISP atau load server yang mungkin tidak stabil, sehingga proses pengembangan akan sangat terganggu. Udah nge-coding banyak-banyak pas mau di upload, koneksi tau-tau putus atau server down, mana belom di save lagi, udah gitu belom ribet lagi kontak-kontak ke ISP atau Teknikal Support, eh’ tau-tau di suruh nunggu 1×24 jam untuk maintenance, khan ngenes…

 

Web Hosting

Penulis biasa menyebutnya dengan server Online, sama seperti diatas, server ini digunakan untuk menyimpan data-data situs atau aplikasi web yang sudah Kamu kembangan di Localhost agar situs atau aplikasi web yang Kamu miliki dapat diakses oleh pengunjung. Karena bersifat online maka ada beberapa komponen yang perlu kalian miliki, yaitu Nama Domain dan Server Hosting.

Seperti yang sudah Kamu ketahui, nama domain diperlukan sebagai shortcut atau alamat ke situs Kamu, jadi jika ada pengunjung yang mengetikan nama domain Kamu di kolom URL browser maka akan secara otomatis diarahkan untuk membuka situs yang Kamu miliki, berikut konten-konten yang ada didalamnya.

Nama domain ini bersifat unik dan tidak boleh sama, jika nama domain gaswad.com sudah di miliki oleh penulis maka Kamu tidak akan bisa memiliki nama domain tersebut, Kamu harus cari nama domain lain yang berbeda sebagai alamat untuk mengakses situs yang Kamu miliki. Untuk memeriksa apakah suatu domain sudah dimiliki atau belum sudah banyak tool-tool yang tersedia di internet, salah satunya Kamu dapat mengakses URL dibawah ini untuk melakukan pemeriksaan ketersediaan nama domain :

Sedangkan Hosting atau server Online, seperti yang sudah dijelaskan diatas, dibutuhkan untuk menyimpan data-data situs atau aplikasi web, setelah pengembangan di server Localhost selesai dan sudah tidak ada bugs selanjutnya tinggal Kamu upload ke Hosting atau server online agar dapat diakses langsung oleh publik.

Karena tidak mudah bagi kita untuk menyediakan server online sendiri, oleh karena itu saat ini sudah banyak jasa-jasa yang menyewakan server Hosting sehingga kita tidak perlu disibukan dengan instalasi jaringan dan komponen-komponen penunjang lainnya didalam server tersebut, cukup upload maka secara otomatis situs atau aplikasi web yang kita buat akan langsung ter-publish.

 

Bagaimana Cara Mendapatkan Domain Dan Hosting?

Saat ini sudah banyak jasa-jasa penyedia layanan Domain dan Hosting dengan berbagai macam fitur dan dengan harga yang bersaing, dibeberapa jasa penyedia juga ada yang menyediakan paketan-paketan menarik layaknya provider ISP. Di Indonesia sendiri penyedia jasa layanan tersebut yang paling populer saat ini salah satunya ialah Masterweb, IDwebhost, Rumahweb, Kakab, dll. Sedangkan diluar negri yang saat ini populer salah satunya ialah HostGator.

 

Tips Memilih Domain Dan Hosting Untuk SEO

Agar SEO situs Kamu bisa lebih baik, pastikan nama domain yang akan Kamu pilih memiliki panjang karakter yang pendek, singkat dan tidak panjang, semakin panjang nama domain yang Kamu pilih akan lebih menyulitkan pengunjung untuk mengingat nama domain tersebut, sehingga peluang pengetikan nama domain di mesin pencari akan lebih kecil.

Sedangkan untuk pemilihan server Hosting, pertama Kamu harus menentukan konten-konten situs ingin ditargetkan untuk siapa? Apakah pengunjung lokal atau luar negri? Karena pada saat Kamu ingin menyewa server Hosting akan diminta lokasi server apakah ingin di Lokal (Indonesia) atau di Luar Negri (biasanya Singapura). Kalau Kamu ragu, Kamu bisa memilih server Lokal, lalu lihat data statistik pengunjung bulanan yang mengakses situs Kamu, jika ternyata lebih banyak pengunjung luar, Kamu bisa melakukan request untuk dipindahkan data-data situs Kamu ke server Luar Negri.

 

Okeh, sekian artikel untuk hari ini. Semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua. Amiiinn…

MUNGKIN KAMU JUGA TERTARIK :
ARTIKEL TERKAIT
KOMENTAR
Terdapat 0 respon untuk artikel "Beberapa Perbedaan Antara Localhost Dan Web Hosting".
Belum ada komentar untuk artikel ini, tulis komentar Kamu sekarang.
Tulis Komentar Biar Ramai
Alamat email Kamu tidak akan ditampilkan atau disebarluaskan.





This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.